Navigasi Portal

Dua Siswi OKU Timur Berprestasi di Ajang FLS3N Tingkat Provinsi, Bukti Nyata Seni Sastra Miliki ‘Ruang’ di Sekolah

Ardi
Oleh Ardi Diterbitkan 9 Juli 2026, 00:52 WIB
Foto: Dok. Istimewa / Ardi

Palembang, SP — Tidak semua peserta didik yang mengikuti Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) mampu menembus panggung tingkat provinsi.

‎Dibalik penampilan yang hanya berlangsung beberapa menit, ada proses seleksi yang panjang, latihan yang berulang, dan kesiapan mental yang diuji sejak awal. Itulah yang dilalui dua siswi asal Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur.

‎Setelah melewati seleksi tingkat kabupaten yang dilaksanakan secara daring, keduanya berhasil menjadi wakil daerah pada Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Tingkat Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2026 yang digelar di Hotel Amaris Palembang, Selasa (7/7/2026).

Dua nama yang membawa nama baik Kabupaten OKU Timur tersebut ialah Nadhira Dzakia Marsudi, siswi SD IT At-Taqwa Gumawang, yang berhasil meraih Juara III Lomba Menulis Cerita Pendek, serta Aisyah Salsabila, siswi SD Negeri 01 Tugu Harum, yang memperoleh Juara Harapan I Lomba Mendongeng.

Prestasi itu bukan hasil yang datang dalam semalam. Berdasarkan informasi yang dihimpun, proses menuju tingkat provinsi diawali dengan seleksi administrasi dan penilaian karya secara daring di tingkat kabupaten.

Dari tahapan tersebut dipilih peserta terbaik yang kemudian mewakili Kabupaten OKU Timur pada kompetisi tingkat Provinsi Sumatera Selatan.

‎FLS3N sendiri bukan sekadar perlombaan seni. Ajang ini menjadi ruang bagi peserta didik untuk menunjukkan kemampuan berpikir kreatif, mengolah imajinasi, menguasai teknik bercerita, hingga membangun kepercayaan diri di hadapan dewan juri.

Di cabang Menulis Cerita Pendek, peserta dituntut tidak hanya mampu merangkai kata, tetapi juga menghadirkan gagasan yang orisinal, kuat secara narasi, dan menyentuh nilai-nilai karakter.

Sementara pada cabang Mendongeng, penilaian tidak hanya bertumpu pada isi cerita, melainkan juga penguasaan panggung, intonasi, ekspresi, komunikasi, dan kemampuan membangun interaksi dengan audiens.

Dalam pelaksanaan FLS3N tingkat provinsi, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur turut melakukan pendampingan kepada para peserta.

‎Hadir mendampingi secara langsung Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten OKU Timur, Ir. H. Dodi Purnama, ST., MM., bersama Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar, Edi Subandi, ST., MM.

Menurut Ir. H. Dodi Purnama, ST., MM., capaian yang diraih kedua siswi tersebut merupakan bukti bahwa pembinaan talenta peserta didik di Kabupaten OKU Timur mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan.

“Kami mengapresiasi perjuangan anak-anak yang telah membawa nama Kabupaten OKU Timur hingga tingkat provinsi. Prestasi ini menunjukkan bahwa kesempatan untuk berprestasi terbuka bagi siapa saja yang mau berproses dengan sungguh-sungguh,” ujar Dodi.

Lanjut Dodi, dibalik penghargaan yang mereka raih, ada dedikasi guru pembimbing, dukungan orang tua, serta kesungguhan peserta didik yang terus berlatih sejak tahap seleksi kabupaten. Ini menjadi modal penting untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan talenta di sekolah-sekolah.

Senada dengan itu, Edi Subandi, ST., MM. menilai capaian tersebut perlu menjadi motivasi bagi sekolah lain agar semakin serius mengembangkan potensi peserta didik, tidak hanya pada bidang akademik, tetapi juga seni, sastra, dan budaya.

Baginya, FLS3N merupakan salah satu ruang strategis untuk membentuk karakter, kreativitas, kemampuan berkomunikasi, sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri siswa sejak usia dini.

‎Meski belum seluruh cabang berhasil membawa pulang gelar juara, keikutsertaan kontingen Kabupaten OKU Timur pada FLS3N 2026 memperlihatkan bahwa kualitas peserta didik daerah semakin kompetitif di tingkat provinsi.

‎Prestasi yang diraih Nadhira Dzakia Marsudi dan Aisyah Salsabila menjadi penanda bahwa pembinaan yang dilakukan sekolah bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mulai menghasilkan capaian yang nyata.

“Lebih dari sekadar piala dan piagam, keberhasilan itu membawa pesan bahwa ruang berkesenian di sekolah masih menjadi tempat penting untuk melahirkan generasi yang kreatif, berkarakter, dan mampu mengharumkan nama daerah di panggung yang lebih luas,” paparnya. (**)

Ardi
Penulis : Ardi Editor : Redaksi Sumber : Humas Disdikbud OKU Timur

Seluruh materi artikel/berita di situs sumselpedia.id dilindungi hak cipta. Untuk keperluan kutipan resmi, wajib mencantumkan sumber link aktif menuju artikel asli dan tidak mengubah esensi berita.

Berita Terkait