Jakarta, SP – John Herdman secara resmi dikenalkan oleh PSSI sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia. Acara perkenalan tersebut dilaksanakan di Ballroom Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Selasa (13/1/2026).
Pria kelahiran Consett Inggris 50 tahun yang lalu ini sebelumnya diketahui sukses membawa Timnas Putri Kanada ke Piala Dunia tahun 2015 hingga perempat final serta meraih perunggu pada Olimpiade tahun 2012 dan 2016.
Tak hanya sukses membawa Timnas Kanada putri, Herdman juga sukses membawa Timnas Putra Kanada menembus Piala Dunia pertama mereka pada tahun 2022.
Dengan pengalaman menukangi Tim Nasional, Herdman diharapkan mampu membawa mimpi Indonesia menembus Piala Dunia dan menjadi salah satu tim yang diperhitungkan di Asia.
Diketahui dari berbagai sumber, sebelum memutuskan memiliki menjadi Pelatih Kepala Timnas Indonesia, Herdman diisukan didekati oleh Federasi Sepakbola Honduras dan Jamaika.
Namun Ia akhirnya memutuskan memilih Indonesia sebagai karir kepelatihan selanjutnya.
Saat ditanya wartawan pada sesi tanya jawab, John Herdman membeberkan beberapa alasan kenapa Ia akhirnya lebih memilih Indonesia daripada Honduras dan Jamaika.
Dengan tegas Herdman menjawab, bahwa semangat dan mimpi masyarakat Indonesia yang mayoritas penggila bola menjadi tantangan tersendiri baginya.
”Saya senang datang ke Indonesia bersama keluarga saya. Ini adalah negara dengan fans sepak bola yang luar biasa. Ini adalah kesempatan untuk membawa prestasi sepak bola Indonesia ke panggung dunia,” ucapnya.
Dalam sesi jumpa pers, pria asal Inggris ini menyampaikan rasa senang untuk lebih memahami karakter, kultur dan hal-hal baru khususnya untuk peningkatan prestasi sepak bola Indonesia menuju prestasi dunia.
”Terima kasih kepada PSSI dan exco lainnya yang sudah memberi kepercayaan untuk menjadi pelatih kepala baru Timnas Indonesia,” ujar mantan pelatih Toronto FC ini.
Bagi John, tantangan yang akan dihadapi sebagai pelatih timnas Indonesia adalah menyatukan potensi pemain diaspora dengan mengkombinasikan potensi pemain lokal Indonesia sendiri.
”Bagi saya, saya tidak melihat paspor mereka, saya melihat peluang dan yang terpenting adalah menerima keberagaman ini sebagai kekuatan besar untuk Garuda,” urainya.
Ia menilai, timnas Indonesia telah mengambil langkah dan impian besar menuju Piala Dunia 2026 namun kandas. Untuk itu, Ia sadar tuntutan itu akan segera berada dihadapannya.
“Tentu ada tekanan, jelas, mengingat apa yang disebutkan sebelumnya, sudah dekat, tetapi belum berhasil. Jadi, apakah sudah siap menghadapi tekanan ini, terutama dari para penggemar. Anda datang dan memimpin sebuah tim, memikul beban sebuah bangsa. Dan beban itu bisa, bisa menjadi sebuah kutukan, atau bisa menjadi sebuah berkah,” urainya lagi.
John Herdman sendiri mendapatkan kontrak selama 2 tahun oleh PSSI untuk menukangi Timnas Indonesia dengan opsi perpanjangan kontrak dua tahun kedepan menyongsong Piala Dunia 2030. (red)





